Pages

Senin, 26 November 2012

Nasib orang hutan yang memilukan di kalimantan barat




TEMPO.CO, Pontianak - Seekor orang utan jenis Pongo pygmaeus yang masuk ke perkampungan penduduk di kawasan Wajok, Kalimantan Barat, akhirnya mati. Orang utan tersebut mengalami luka bakar ketika warga berupaya mengusirnya.

“Diagnosis awal penyebab kematiannya, kami tidak bisa pastikan. Nanti dokter hewan yang akan memastikannya lewat otopsi,” kata Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Niken Wuri Handayani, kepada
 Tempo, Kamis, 30 Agustus 2012.

Menurut Niken, orang utan tersebut mati tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB  30 agustus 2012 dalam perjalanan ketika dibawa ke pusat rehabilitasi yang dikelola oleh International Animal Rescue Indonesia di Ketapang.

Proses otopsi untuk mengetahui penyebab kematian orang utan tersebut dilakukan oleh UPT Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat. Itu sebabnya jasad orang utan tersebut dibawa kembali ke Pontianak.

Niken menjelaskan bahwa proses otopsi terhadap orang utan jantan dengan berat dan usia sekitar 16-17 tahun itu memerlukan waktu sekitar lima jam.

Sebelumnya, Kepala Balai Konservasi Ssumber Daya Alam Kalimantan Barat, Johan Utama, mengatakan bahwa kondisi orang utan tersebut sudah berangsur membaik dan terus diobservasi oleh tim dokter hewan yang diperbantukan. Bahkan, untuk menghindari stress, orang utan tersebut tidak boleh mendapatkan kunjungan manusia.

Orang utan tersebut masuk ke kawasan sekitar pemukiman warga di kawasan Wajok, Kalimantan Barat, diduga untuk mencari makanan akibat pakan aslinya yang habis bersamaan dengan maraknya pembukaan lahan. Warga membakar pohon tempat orang utan itu menghindar saat dikejar.



0 komentar:

Poskan Komentar